- Hipertensi
Tekanan darah sistolik > 140 mmHg dan diastolic > 90 mmHg - Diabetes mellitus
Diagnosis DM ditegakkan dengan:
Gejala klasik: poliuria, polidipsia, polifagia, penurunan berat badan yang tak dapat dijelaskan sebabnya
Keluhan penyerta (tidak mutlak ada), lemah badan, kesemutan, gatal, mata kabur, disfungsi ereksi pada pria, dan pruritus vulva pada wanita.
Pemeriksaan laboratorium:- Gejala klasik DM + glukosa darah sewaktu ?200mg/dl (11,1 mmol/L); atau
- Glukosa darah puasa ?126 mg/dL (7,0 mmol/L); atau
- Glukosa darah 2 jam pada TTGO?200mg/dL (11,1 mmol/L)
Pasien dikatakan menderita DM bila kadar glukosa darah 2 jam pada TTGO > 200 mg/dl.� Meskipun TTGO dengan beban glukosa 75 g glukosa lebih sensitive dan spesifik dibanding dengan pemeriksaan glukosa darah puasa, namun memiliki keterbatasan tersendiri. TTGO sulit untuk dilakukan berulang-ulang dan dalam praktek sangat jarang dilakukan. Cara pelaksanaan TTGO adalah sebagai berikut:
- 3 hari sebelum pemeriksaan tetap makan seperti kebiasaan sehari-hari (dengan karbohidrat yang cukup) dan tetap melakukan kegiatan jasmani seperti biasa.
- Berpuasa paling sedikit 8 jam (mulai malam hari) sebelum pemeriksaan, minum air putih tanpa gula tetap diperbolehkan.
- Diperiksa kadar glukosa darah puasa.
- Diberikan glukosa 75 gram (dewasa), atau 1,75 gram/kgBB (anak), dilarutkan dalam air 250 ml dan diminum dalam waktu 5 menit.
- Berpuasa kembali sampai pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan 2 jam setelah minum larutan glukosa selesai.
- Diperiksa kadar glukosa darah 2 jam sesudah beban glukosa.
- Selama proses pemeriksaan, subyek yang diperiksa tetap istirahat dan tidak merokok.




0 Responses to “Wanita Usia Subur dengan penyakit metabolik”