Fungsi Pokok Surveilans

Pelaksana

Waktu

Tempat

Mekanisme Pelaksanaan

Tahap Pra Primer

WUS dengan faktor risiko dan tanpa faktor risiko

FR Non modifiable

  • Paritas

FR Modifiable

  • Status gizi
  • Pengetahuan
  • Infeksi (leukorea, PID)
Kepala Dusun

Kader kesehatan (desa siaga, dasa wisma)

Triwulanan Dusun

Posyandu

Pendataan WUS untuk mencari factor risiko
Petugas puskesmas/pustu sesuai darbin Bulanan Dusun Pada saat kunjungan ( imunisasi TT), general check up

Deteksi adanya faktor risiko, keluhan fisik: nyeri perut bawah, keputihan, demam

Petugas kesehatan Sekolah (KKR, dokter, guru BK) Semesteran Sekolah (SLTP/SLTA) Pendataan siswi melalui penjaringan kesehatan murid baru dan pemeriksaan kesehatan berkala (mencari faktor risiko, tanda dan gejala klinis) dengan menetapkan diagnosis apabila terkumpul gejala dan tanda klinis

Faktor risiko: status gizi (dilihat dari BMI), riwayat leukorea

Tim Kesehatan kerja(dokter) Triwulanan Tempat kerja Pendataan pegawai/pekerja melalui pemeriksaan berkala (mencari factor risiko, tanda dan gejala klinis) dengan menetapkan diagnosis apabila terkumpul gejala dan tanda klinis
Tahap Primer

Deteksi Kasus

Bumil yang memiliki FR

Dengan FR

  • Partus lama
  • Kala II lama
  • KPD
  • Leukorea
  • ISK
  • PID
  • Partus dengan tindakan : VE/FE, SC, manual aid
  • Manual plasenta
Bidan

Dokter

SPOG

Setiap saat Puskesmas, RS pemerintah dan swasta, RB KIA, BPS Saat kunjungan ANC kunjungan RS/BKIA/RB
Tahap Sekunder

Deteksi kasus bulin yang mengalami sepsis

  • dengan FR
  • tanpa FR

Faktor Risiko

  • Laserasi jalan lahir
  • Retensi sisa plasenta
  • Hygiene buruk
  • Perawatan luka perineum/ operasi
Bidan

Dokter

SPOG

Setiap saat Puskesmas, RS pemerintah dan swasta, RB KIA, BPS Saat pasca persalinan dinilai apakah terdapat tanda-tanda klinis sepsis untuk mendeteksi Bumil yang memiliki factor risiko sesaat sebelum persalinan

  • Partus lama

Distosia/Partus lama/Partus macet adalah kelambatan atau kesulitan persalinan. Dapat disebabkan kelainan tenaga (his), kelainan letak dan bentuk janin, serta kelainan jalan lahir.],

  • Kala II lama

Kala II lama apabila proses keluarnya janin lebih dari 2 jam (pada primigravida) dan lebih dari 1 jam (pada multigravida

  • Ketuban Pecah Dini, yaitu pecahnya selaput ketuban sebelum terdapat tanda-tanda persalinan,
  • Leukorea, ISK, Pelvic Infectious Disease
  • Partus dengan tindakan : ekstraksi vakum/forceps, Sectio Caesarea, manual aid, Manual plasenta],

Factor risiko saat persalinan:

  • Laserasi jalan lahir, Retensi sisa plasenta, Hygiene, Perawatan luka perineum/operasi]
Tahap Tersier

Deteksi Kasus

  • Bulin yang sembuh/cacat/ meninggal akibat sepsis
Bidan

Dokter

SPOG

Setiap saat Puskesmas, RS pemerintah dan swasta, RB KIA, BPS Saat kunjungan puskesmas, kunjungan RS/BKIA/RB (control pasca persalinan)

  • Kontrol berikutnya pada hari ke 7
  • Apabila sebelum hari ke 7 terdapat tanda-tanda infeksi seperti demam, badan lemah, lemas, darah/cairan nifas berbau, atau nyeri tekan di daerah perut segera kembali ke dokter.

cetak tabel


PENGELOLA WEB

YG LAGI ONLINE

JUMLAH PENGUNJUNG

wordpress visitor counter

 

September 2010
M T W T F S S
« Jul    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930