Fungsi Pokok Surveilans

Pelaksana

Waktu

Tempat

Mekanisme Pelaksanaan

Tahap Pra Primer

Deteksi Kasus

WUS dengan factor risiko dan tanpa factor risiko

FR pada WUS/maternal

  • Status sosial ekonomi rendah
  • Usia ibu <20 tahun dan > 30 tahun
  • Nullipara atau multi para
  • Riwayat ISK Berulang
  • Antenatal care yang tidak baik
  • Demam sebelum persalinan atau segera setelah lahir
  • Ketuban pecah dini
  • Chorioamnoinitis (demam, nyeri tekan uterus, air ketuban keruh dan berbau)
  • Persalinan dengan tindakan
Kepala Dusun

Kader kesehatan (desa siaga, dasa wisma)

Triwulanan Dusun

Posyandu

Pendataan WUS untuk mencari factor risiko
Petugas puskesmas/pustu sesuai darbin Bulanan Dusun Pada saat kunjungan ( imunisasi TT), general check up

Deteksi adanya faktor risiko

Petugas kesehatan Sekolah (KKR, dokter, guru BK) Semesteran Sekolah (SLTP/SLTA) Pendataan siswi melalui penjaringan kesehatan murid baru dan pemeriksaan kesehatan berkala (mencari factor risiko, tanda dan gejala klinis) dengan menetapkan diagnosis apabila terkumpul gejala dan tanda klinis
Tim Kesehatan kerja(dokter) Triwulanan Tempat kerja Pendataan pegawai/pekerja melalui pemeriksaan berkala (mencari factor risiko, dengan menetapkan diagnosis apabila terkumpul gejala dan tanda klinis
Tahap Primer

Deteksi Bumil dengan factor risiko neonatal internal dan eksternal

Faktor neonatal non modifiable

  • Antenatal care yang tidak baik
  • Lahir dari Ibu demam sebelum persalinan atau segera setelah lahir
  • Ketuban pecah dini
  • Lahir dari Ibu dengan Chorioamnoinitis (demam, nyeri tekan uterus, air ketuban keruh dan berbau)
  • Persalinan dengan tindakan
  • Laki-laki
  • Status sosial ekonomi ibu dan janin rendah
  • Lahir dari ibu yang berusia <20 tahun dan > 30 tahun
  • Lahir dari ibu Nullipara atau multi para
  • Lahir dari ibu dengan Riwayat ISK Berulang

Faktor neonatalmodifiable

  • Berat badan lahir rendah
  • Prematuritas
  • Penggunaan kateter central arteri atau vena, pipa endotrackheal
  • Kelainan konginetal yang melibatkan terbukanya kulit atau mukosa
Bidan, Dokter, SPOG Setiap saat Pustu

Puskesmas

BPS, RB,RS

Melalui pemeriksaan ANC

Bidan dan dokter melakukan deteksi kasus melalui Anamnesis riwayat kehamilan dan persalinan dengan menanyakan dan mengamati:

  • Melalui pemeriksaan pada ibu saat menjelang persalinan ataupun in partu (masuk dalam persalinan), diperiksa apakah terdapat ketuban pecah dini, tanda-tanda infeksi pada ibu, infeksi saluran kemih.
  • Menilai apakah prosedur pertolongan persalinan aseptic atau tidak
  • Setelah persalinan, dinilai apakah perawatan tali pusat aseptik atau tidak
  • Menilai lingkungan sekitar neonatus, apakah ada yang sakit atau ada keterlibatan infeksi nosokomial

Bidan dan dokter melakukan deteksi kasus melalui pemeriksaan untuk mencari tanda dan gejala klinis sepsis seperti:

  • Gejala umum:Bayi tampak sakit, Bayi tidak mau minum, Kenaikan atau, penurunan suhu tubuh, Sklerema/skleredema
  • Gejala gastrointestinal: muntah, diare, hepatomegali dan perut kembung
  • Gejala saluran pernapasan: dispneu, takipneu, sianosis
  • Gejala kardiovaskuler: takikardi, edema, dehidrasi
  • Gejala system saraf pusat: letargi, iritabel, kejang.
  • Gejala hematologi: ikterus, splenomegali, ptekiae atau perdarahan, leucopenia (leukosit < 5000/mm3; rasio batang (imatur)/tembereng > 0,2).

Pemeriksaan penunjang laboratorium: jumlah lekosit dan hitung jenis secara serial, lekositosis atau lekopeni, netropeni, peningkatan rasio netrofil imatur/total (I/T > 0,2), KED meningkat, trombositopeni, Peningkatan protein fase akut (C-reactive protein), peningkatan IgM.

Tahap Tersier

Deteksi bayi dengan sepsis neonatorum yang hidup dan mati

Bidan

Dokter

SPOG

Setiap Saat Puskesmas

BPS, RB,

RS pemerintah dan swasta

Data bayi dengan sepsis neonatorum diperoleh melalui pemeriksaan saat kunjungan pada usia 0-28 hari

Cetak tabel


PENGELOLA WEB

YG LAGI ONLINE

JUMLAH PENGUNJUNG

wordpress visitor counter

 

September 2010
M T W T F S S
« Jul    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930