|
Fungsi Pokok Surveilans |
Pelaksana |
Waktu |
Tempat |
Mekanisme Pelaksanaan |
| Tahap Pra Primer
Deteksi Kasus WUS dengan factor risiko dan tanpa factor risiko FR pada WUS/maternal
|
Kepala Dusun
Kader kesehatan (desa siaga, dasa wisma) |
Triwulanan | Dusun
Posyandu |
Pendataan WUS untuk mencari factor risiko |
| Petugas puskesmas/pustu sesuai darbin | Bulanan | Dusun | Pada saat kunjungan ( imunisasi TT), general check up
Deteksi adanya faktor risiko |
|
| Petugas kesehatan Sekolah (KKR, dokter, guru BK) | Semesteran | Sekolah (SLTP/SLTA) | Pendataan siswi melalui penjaringan kesehatan murid baru dan pemeriksaan kesehatan berkala (mencari factor risiko, tanda dan gejala klinis) dengan menetapkan diagnosis apabila terkumpul gejala dan tanda klinis | |
| Tim Kesehatan kerja(dokter) | Triwulanan | Tempat kerja | Pendataan pegawai/pekerja melalui pemeriksaan berkala (mencari factor risiko, dengan menetapkan diagnosis apabila terkumpul gejala dan tanda klinis | |
| Tahap Primer
Deteksi Bumil dengan factor risiko neonatal internal dan eksternal Faktor neonatal non modifiable
Faktor neonatalmodifiable
|
Bidan, Dokter, SPOG | Setiap saat | Pustu
Puskesmas BPS, RB,RS |
Melalui pemeriksaan ANC
Bidan dan dokter melakukan deteksi kasus melalui Anamnesis riwayat kehamilan dan persalinan dengan menanyakan dan mengamati:
Bidan dan dokter melakukan deteksi kasus melalui pemeriksaan untuk mencari tanda dan gejala klinis sepsis seperti:
Pemeriksaan penunjang laboratorium: jumlah lekosit dan hitung jenis secara serial, lekositosis atau lekopeni, netropeni, peningkatan rasio netrofil imatur/total (I/T > 0,2), KED meningkat, trombositopeni, Peningkatan protein fase akut (C-reactive protein), peningkatan IgM. |
| Tahap Tersier
Deteksi bayi dengan sepsis neonatorum yang hidup dan mati |
Bidan
Dokter SPOG |
Setiap Saat | Puskesmas
BPS, RB, RS pemerintah dan swasta |
Data bayi dengan sepsis neonatorum diperoleh melalui pemeriksaan saat kunjungan pada usia 0-28 hari |




Komentar