Fungsi Pokok Surveilans

Pelaksana

Waktu

Tempat

Mekanisme Pelaksanaan

Tahap Pra Primer

WUS dengan factor risiko dan tanpa factor risiko

FR Non modifiable

  • Usia < 20 tahun atau > 35 tahun
  • Nulipara
  • Riwayat Preeklampsia/ Eklampsia

FR Modifiable

  • Hipertensi kronis
  • Status gizi
  • Asupan gizi
  • Penyakit metabolic (DM, hipertiroid)
  • Penyakit imunologi (SLE, APS)
  • Penyakit sistemik (Jantung, ginjal)
Kepala Dusun

Kader kesehatan (desa siaga, dasa wisma)

Triwulanan Dusun

Posyandu

Pendataan WUS untuk mencari factor risiko

Deteksi adanya keluhan / tanda klinis: pucat, lesu / cepat lelah, nafsu makan berkurang, batuk lama, sering sesak nafas, dada berdebar, penglihatan sering berkunang kunang.

Petugas puskesmas/pustu sesuai darbin Bulanan Dusun Pada saat kunjungan ( imunisasi TT), general check up

Deteksi adanya keluhan / tanda klinis: pucat, lesu / cepat lelah, nafsu makan berkurang, batuk lama, sering sesak nafas, dada berdebar, penglihatan sering berkunang kunang. Dari kumpulan gejala-gejala tersebut kemudian ditegakkan diagnosisnya.

Bila ada keluhan seperti tersebut diatas, rujuk ke petugas kesehatan.

Petugas kesehatan Sekolah (KKR, dokter, guru BK) Semesteran Sekolah (SLTP/SLTA) Pendataan siswi melalui penjaringan kesehatan murid baru dan pemeriksaan kesehatan berkala (mencari factor risiko, tanda dan gejala klinis) dengan menetapkan diagnosis apabila terkumpul gejala dan tanda klinis
Tim Kesehatan kerja(dokter) Triwulanan Tempat kerja Pendataan pegawai/pekerja melalui pemeriksaan berkala (mencari factor risiko, tanda dan gejala klinis) dengan menetapkan diagnosis apabila terkumpul gejala dan tanda klinis
Deteksi Bumil yang memiliki FR

  • Gemelli
  • FR yang modifiable
  • Kehamilan mola hidatidosa
Bidan

Dokter

SPOG

Setiap saat Puskesmas, RS pemerintah dan swasta, RB KIA, BPS Saat kunjungan ANC kunjungan RS/BKIA/RB
Deteksi Kasus Bulin yang mengalami preeclampsia/eklampsia

  • dengan FR
  • tanpa FR
Bidan

Dokter

SPOG

Setiap saat Puskesmas, RS pemerintah dan swasta, RB KIA, BPS Saat antepartum dinilai apakah terdapat tanda-tanda klinis preeclampsia/eklampsia

Penegakan diagnosis

Dilakukan anamnesis pada pasien /keluarganya

  • Adanya gejala-gejala: nyeri kepala, gangguan visus, rasa panas di muka, dyspnea, nyeri dada, mual muntah dan kejang.
  • Penyakit terdahulu: adanya hipertensi dalam kehamilan, penyulit pada pemakaian kontrasepsi hormonal, penyakit ginjal, dan infeksi saluran kencing.
  • Riwayat penyakit keluarga: ditanyakan riwayat kehamilan dan penyulitnya pada ibu dan saudara perempuannya
  • Riwayat gaya hidup: keadaan lingkungan social, apakah merokok dan minum alcohol

Pemeriksaan fisik

  • Kardiovaskuler: evaluasi tekanan darah, suara jantung, pulsasi perifer
  • Paru: auskultasi paru untuk mendiagnosis edema paru

Pemeriksaan penunjang

  • Urin, meliputi pemeriksaan protein

Proteinuria :

  • Adanya protein > 30 mg per liter dari urine tengah, acak.
  • Adanya protein > 300 mg dalam 24 jam produksi urin.
  • Dengan memakai dipstick yang ditunjukkan secara kualitatif +2.

Edema tungkai tidak dipakai lagi sebagai kriteria hipertensi dalam kehamilan, kecuali edema anasarka

Deteksi Kasus

Bulin yang sembuh/cacat/ meninggal akibat preklampsia/eklampsia

Bidan

Dokter

SPOG

Setiap saat Puskesmas, RS pemerintah dan swasta, RB KIA, BPS Saat kunjungan puskesmas, kunjungan RS/BKIA/RB (control pasca persalinan)
Deteksi Kasus

Bulin yang sembuh/cacat/ meninggal akibat preklampsia/eklampsia

Bidan

Dokter

SPOG

Setiap saat Puskesmas, RS pemerintah dan swasta, RB KIA, BPS Saat kunjungan puskesmas, kunjungan RS/BKIA/RB (control pasca persalinan)

Cetak tabel


PENGELOLA WEB

YG LAGI ONLINE

JUMLAH PENGUNJUNG

wordpress visitor counter

 

September 2010
M T W T F S S
« Jul    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930