Berdasarkan peta di atas dapat dilihat bahwa jumlah kematian ibu di Propinsi NAD mencapai 172 kasus. Kabupaten dengan jumlah kematian bayi tertinggi terdapat di Kabupaten Pidie sebanyak 24 kasus. Urutan kedua dan ketiga berturut-turut adalah Kabupaten Aceh Selatan (17 kasus) dan Kabupaten Bireuen (15 kasus).
Rata-rata hampir seluruh kabupaten yang ada di Propinsi NAD cakupan pertolongan persalinan oleh nakes mencapai lebih dari 50%. Hanya Kabupaten Gayo Lues yang cakupannya pertolongan persalinannya tidak mencapai 50%. Dilaporkan penyebab kematian ibu di Propinsi NAD berturut-turut sebagai berikut Perdarahan post partum (33,72%), Eklampsia (18,02%), Infeksi jalan lahir (11,05%) dan penyebab terbesar adalah karena penyakit lain sebesar 37,21%. Pertolongan persalinan oleh dukun sebesar 0,03%.
Berdasarkan data tersebut perlu dilakukan peningkatan cakupan pertolongan persalinan oleh nakes. Upaya tersebut tentunya tidak melupakan peningkatan ketrampilan nakes dalam menolong persalinan sesuai standar asuhan persalinan normal (APN). Walaupun jumlah pertolongan persalinan oleh dukun sedikit, tetap perlu menjalin kemitraan dengan dukun setempat. Upaya ini dilanjutkan dengan memberikan pelatihan pertolongan persalinan sesuai standar asuhan persalinan normal (APN).





0 Responses to “Analisis/Interpretasi”