Target standar pelayanan minimal (SPM) Bayi di bawah Garis Merah untuk balita adalah tidak lebih dari 15% dari total jumlah balita. Tahun 2008 balita BGM hanya 1%. Pada tahun 2007 angka balita BGM adalah 2,2%. Jadi terjadi penurunan. Walaupun pada survei sebelumnya ditemukan bahwa separuh wilayah kabupaten Nagan Raya rawan gizi, namun berdasarkan data yang ada ternyata angka balita BGM cukup rendah.
Hal ini terkait dengan upaya yang telah dilakukan oleh Dinkes Kab. Nagan Raya selama ini untuk menurunkan angkan BGM balita. Adapun program yang telah dilakukan selama tahun 2008 adalah sebagai berikut :
- Revitalisasi posyandu, latihan penyegaran bagi kader posyandu tentang konseling dan penyuluhan pada masyarakat terutama masalah gizi balita, lomba penyuluhan gizi antar kader posyandu.
- Pelatihan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) untuk semua bidan dan perawat di seluruh Kab. Nagan Raya yang diikuti dengan latihan penyegaran yg difokuskan pada konseling masalah pemberian makan bagi balita.
- Penyuluhan langsung ke masyarakat tentang gizi masyarakat.
- Pelatihan konselor ASI untuk semua bidan desa.
- Pembentukan kelompok pendukung ASI di setiap desa untuk mendukung perbaikan gizi balita.
- Pelatihan ASI eksklusif untuk ibu hamil dan menyusui.
- Mengadakan lomba balita sehat secara berkala.
- Pemberian MP-ASI bagi keluarga miskin.
Alhamdulillah ternyata upaya-upaya ini membuahkan hasil. Semoga generasi baru Nagan Raya makin sehat sehingga makin cerdas dan semoga menjadi penerus pembangunan di Nagan Raya dengan lebih cepat dan lebih baik di masa yang akan datang.(MJR)





0 Responses to “Angka Bayi BGM di Nagan Raya Menurun”