Berdasarkan data bulan Maret 2009 pasien jiwa di Kabupaten Nagan Raya berjumlah 368 orang yang tersebar di 9 kecamatan. Pasien terbanyak di Kecamamatan Seunagan yakni sebanyak 89 orang dan paling rendah di Kecamatan Tadu Raya. Dengan pasien yang sebanyak ini, perawat kesehatan jiwa (CMHN) harus bekerja ektra keras untuk menangani pasien yang ada. Namun jumlah mereka sangat terbatas yakni hanya 2 orang untuk tiap puskesmas. Di kabupaten Raya sekarang hanya ada 10 puskesmas dengan masing-masing hanya memiliki 2 orang perawat jiwa. Selain itu, masalah lain adalah obat-batan yang kadang tidak cukup karena jumlah pasien yang begitu banyak. Menghadapi hal ini dinas kesehatan telah melakukan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Menambah jumlah petugas medis yang mampu merawat pasien jiwa walaupun mereka bukan perawat CMHN.
2. Membentuk desa sehat siaga sehat jiwa. Saat ini telah ada 20 desa siaga sehat jiwa. Dengan adanya program ini diharapkan masyarakat mampu melakukan deteksi dini dan penanganan awal pasien jiwa.
3. Menyediakan obat-obat untuk pasien jiwa. Dalam keadaan tertentu dapat digunakan dana jamkesmas untuk memenuhi kekurangan obat yang ada.
4. Melakukan pelatihan petugas kesehatan jiwa dan kader kesehatan jiwa masyarakat. Masing-masing desa sebanyak 20 orang kader. Saat ini telah ada sekitar 200 orang kader kesehatan jiwa masyarakat yang tersebar di masing-masing puskesmas.
5. Monitoring berkala dan pertemuan rutin petugas kesehatan jiwa untuk membahas permasalahan yang dihadapi.
6. Menambah jumlah dokter umum plus (GP +) khusus untuk kesehatan jiwa. Saat ini sudah ada 4 orang dokter umum dengan kompetensi sebagai GP +.
7. Penyuluhan kesehatan akan pentingnya kesehatan jiwa.





Banyak jg ya pasien jiwanya..
wahh.. pada kemana petugas CMHN… kok pada tinggal 2 petugas di setiap PKM… Saya sebagai fasilitator lokal CMHN wilayah kerja Nagan Raya malah jadi bingung dengan berkurangnya petugas CMHN di setiap PKM…
tetap semangat ya teman-teman ku CMHN Nagan Raya
Memang hanya 2 orang yang dilatih secara berkesinambungan untuk tiap puskesmas. Jadi memang sulit untuk menangani pasien yang begitu banyak. Kalau bisa cepat kembali ke Nagan, banyak pasien jiwa yang menunggu