Jumlah kematian ibu di Kaupaten Nagan Raya tahun 2008 sebanyak 5 orang dengan masing-masing penyebab dapat dilihat pada tabel di atas. Empat puluh persen disebabkan oleh perdarahan, infeksi 20%, Eklampsia 20% dan sebab lain 20%. Penanganan yang dilakukan sebenarnya sudah cukup maksimal, namun ada beberapa masalah yang masih menjadi kendala. Masalah yang ditemukan selama ini antara lain sebagai berikut :
- 1. Penanganan ditingkat rujukan yang sering terlambat.
- 2. Sistim Pelaporan kasus yang belum baik.
- 3. Kurangnya Monitoring dan Evaluasi baik dari Puskesmas maupun dari Dinas.
- 4. Kemitraan Bidan dan Dukun belum terjalin dengan baik.
- 5. Ada Bidan yang belum bersedia mengikuti pelatihan / penyegaran tentang kompetensi Bidan.
- 6. Masih ada Bidan Desa yang belum bertanggung jawab sepenuhnya terhadap tugasnya.
- 7. Jumlah Polindes yang belum memadai sehingga jumlah bidan yang tinggal di desa jg kurang.
Pada umumnya Bidan di kabupaten Nagan Raya sudah dapat melaksanakan prosedur standar pelayanan kebidanan, namun ketika harus merujuk ke tingkat penanganan lanjutan ( RS ) terjadi keterlambatan penanganan yang mengakibatkan kematian ibu.Tetapi ada sebagian bidan yang belum mau mengikuti pelatihan untuk peningkatan kompetensi sehingga Bidan tersebut bekerja tidak melaksanakan prosedur standar pelayanan kebidanan yang seharusnya yang mengakibatkan keterlambatan rujukan .





menurut saya salah satu penyebab dari tingginya kematian ibu dan bayi di nagan raya adalh masyarakatnya yang terlalu percaya dengan kebiasaan, budaya yang merugikan kesehatan ibu dan bayi. contohnya saja: setelah melahirkan selama 40 hari ibu harus meminimalkan minum air putih, pantangan makanan yang terlalu banyak. pada saat setelah melahirkan ibu diharuskan meletakkan batu besar yang menurut saya lumayan berat yang sudah dihangatkan diatas perutnya. buat bayi: pemberian makanan padat untuk bayi yang baru lahir. masyarakat yang sulit menerima perubahan pola hidup.